Lot, fee & modal: hitung sebelum order.
Di Pasar Reguler dan Pasar Tunai BEI, 1 lot = 100 efek. Setelah tahu harga order, Anda bisa mengubah lot menjadi jumlah lembar, nilai transaksi, lalu menambahkan fee dan cash buffer.
Dengarkan ringkasannya
Versi suara untuk memahami alur hitung tanpa menghafal rumus.
Lihat transcript narasi
Mulai dari hal paling dasar. Satu lot saham di Pasar Reguler Bursa Efek Indonesia setara seratus lembar. Jadi sepuluh lot berarti seribu lembar. Jika harga order seribu rupiah, nilai transaksi kotornya satu juta rupiah. Tetapi cash yang dibutuhkan sedikit lebih besar karena ada fee beli broker, dan fee berbeda antar broker. Karena harga order juga bisa bergeser, jangan paksa semua modal habis sampai rupiah terakhir. Sisakan buffer. Urutan sederhananya adalah tentukan modal, masukkan harga order, hitung lot, tambahkan fee, lalu cek sisa cash. Untuk menghindari salah hitung, gunakan Kalkulator Lot dan Modal AnalisaSaham sebelum mengirim order.
Jangan tertukar lot dan lembar
- 1 lot = 100 lembar pada Pasar Reguler/Tunai.
- 10 lot = 1.000 lembar.
- 100 lot = 10.000 lembar.
Gunakan harga order
- Hitung dengan harga yang ingin Anda antrekan.
- Masukkan fee beli sesuai broker.
- Sisakan buffer agar order tidak gagal karena cash terlalu mepet.
Modal ≠ nilai transaksi
- Fee membuat cash keluar lebih besar dari gross value.
- Harga saham bergerak, jadi last price bukan jaminan fill.
- Jumlah lot harus sesuai sizing, bukan sekadar sebanyak yang bisa dibeli.
Rp10 juta, harga Rp1.000
Langsung hitung
Tutorial ini nyambung langsung ke kalkulator pertama kita.
Buka Lot & Modal →BEI menyatakan perdagangan Pasar Reguler dan Pasar Tunai menggunakan round lot atau kelipatannya, dengan 1 lot = 100 saham. Fee transaksi ke nasabah ditentukan oleh perusahaan sekuritas masing-masing.
Materi ini edukasi dasar operasional, bukan rekomendasi membeli saham tertentu.