Kamus istilah saham: dari PER sampai NIM.
Pahami arti, rumus, cara membaca, rentang screening, dan jebakan dari istilah laporan keuangan, valuasi, dividen, perbankan, serta perdagangan saham. Gunakan kotak pencarian untuk menemukan istilah dengan cepat.
Cara memakai kamus ini
Ringkasan tentang angka murah, angka bagus, dan konteks yang sering terlupakan.
Lihat transcript narasi
Tidak ada satu angka PER, PBV, dividend yield, atau NIM yang otomatis berarti saham murah dan bagus. PER rendah dapat muncul karena laba sedang berada di puncak siklus. PBV di bawah satu dapat menunjukkan diskon, tetapi juga dapat mencerminkan aset bermasalah atau return on equity yang rendah. Dividend yield tinggi perlu diperiksa bersama payout ratio, free cash flow, dan utang. Untuk bank, gunakan rasio khusus seperti NIM, CASA, NPL, coverage, CAR, dan BOPO; debt to equity perusahaan biasa tidak cocok dipakai dengan cara yang sama. Gunakan rentang di tutorial ini hanya sebagai screening awal. Setelah itu bandingkan dengan riwayat perusahaan, perusahaan sejenis, dan nilai intrinsik dari DCF, DDM, atau residual income. Tujuan kamus ini bukan mencari satu angka ajaib, melainkan membantu Anda menghubungkan harga, kualitas bisnis, cash flow, pertumbuhan, dan risiko.
“Nilai wajar rasio” bukan angka universal
Angka di halaman ini adalah rentang screening praktis, bukan keputusan beli. Nilai wajar yang lebih kuat memakai tiga pembanding: median historis perusahaan, median peer satu sektor, dan nilai intrinsik berdasarkan proyeksi cash flow serta risiko. Perusahaan berkualitas dan tumbuh cepat pantas mendapat multiple lebih tinggi; bisnis siklikal, rapuh, atau berutang tinggi pantas mendapat diskon.
Pembanding pasar Indonesia — Januari 2026
Median sampel 746 perusahaan publik Indonesia menurut dataset NYU Stern. Ini adalah kondisi pasar saat data diambil, bukan target atau jaminan nilai wajar.
| Rasio generik | Menarik / kuat | Netral / wajar awal | Waspada / premium | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| PER | ≤10× | 10–18× | >18× | PER rendah bisa berarti laba puncak atau bisnis menurun. |
| PBV | <1× | 1–3× | >3× | Harus dibaca bersama ROE, kualitas aset, dan intangible. |
| PEG | <1× | 1–2× | >2× | Hanya berguna jika growth positif, stabil, dan masuk akal. |
| EV/EBITDA | <6× | 6–10× | >10× | Tidak cocok untuk bank; cek capex dan utang. |
| FCF yield | >8% | 5–8% | <5% | Gunakan FCF normal, bukan satu tahun yang tidak biasa. |
| ROE | >15% | 10–15% | <10% | ROE tinggi karena utang besar belum tentu berkualitas. |
| Net debt/EBITDA | <1,5× | 1,5–3× | >3× | Bisnis defensif dapat menanggung lebih banyak daripada bisnis siklikal. |
| Interest coverage | >5× | 3–5× | <3× | Di bawah 1,5× menunjukkan bantalan bunga sangat tipis. |
Tidak ada istilah yang cocok. Coba kata yang lebih pendek atau pilih semua kategori.
Dari revenue sampai free cash flow
Angka mentah yang menjadi bahan dasar hampir semua rasio.
Revenue Pendapatan / penjualan
Harga × volume barang atau jasa yang terjual
Nilai penjualan sebelum dikurangi biaya. Revenue tumbuh menunjukkan permintaan atau harga naik, tetapi belum menjamin laba.
Waspadai pertumbuhan dari akuisisi, kurs, atau pengakuan pendapatan agresif.
COGS Cost of goods sold / beban pokok
Biaya langsung untuk menghasilkan produk atau layanan
Mencakup bahan baku, tenaga langsung, dan biaya produksi yang terkait langsung.
Definisi berbeda antarindustri; bank tidak memakai format COGS biasa.
Gross Profit Laba kotor
Revenue − COGS
Sisa pendapatan setelah biaya langsung, sebelum biaya operasional, bunga, dan pajak.
Operating Profit / EBIT Laba operasi
Revenue − beban operasional; kira-kira laba sebelum bunga dan pajak
Menggambarkan hasil bisnis inti sebelum keputusan pendanaan dan pajak.
EBITDA Earnings before interest, taxes, depreciation & amortization
EBIT + depresiasi + amortisasi
Proksi performa operasi sebelum beban pendanaan dan penyusutan aset.
EBITDA bukan cash flow karena mengabaikan capex dan perubahan modal kerja.
Net Income Laba bersih
Pendapatan − seluruh beban, bunga, dan pajak
Bottom line yang tersedia setelah seluruh biaya periode berjalan.
One-off gain, revaluasi, dan keuntungan kurs dapat mengangkat laba sementara.
EPS Earnings per share / laba per saham
Laba bersih untuk pemegang saham biasa ÷ rata-rata saham beredar
Menghubungkan laba perusahaan dengan setiap lembar saham.
Dilusi dapat membuat EPS stagnan meski laba naik.
Equity Ekuitas pemegang saham
Total aset − total liabilitas
Nilai akuntansi bersih milik pemegang saham, termasuk modal disetor dan laba ditahan.
BVPS Book value per share
Ekuitas pemegang saham biasa ÷ saham beredar
Nilai buku per lembar yang menjadi penyebut PBV.
Nilai buku belum tentu sama dengan nilai jual aset atau nilai ekonominya.
Retained Earnings Laba ditahan
Akumulasi laba − dividen ± penyesuaian
Bagian laba historis yang tidak dibagikan dan tetap berada di perusahaan untuk ekspansi, modal kerja, atau memperkuat neraca.
Laba ditahan bukan tumpukan cash; dan jumlah besar tidak bagus jika modal diinvestasikan dengan return rendah.
CFO / OCF Cash flow from operations
Kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi inti
Mengukur kas yang benar-benar dihasilkan kegiatan bisnis sebelum investasi dan pendanaan.
Capex Capital expenditure
Belanja aset tetap dan aset produktif jangka panjang
Kas untuk membangun atau membeli mesin, jaringan, gedung, tambang, dan aset produktif lain.
FCF Free cash flow
Versi sederhana: CFO − capex
Kas tersisa setelah operasi dan investasi aset, yang dapat dipakai untuk dividen, buyback, utang, atau akuisisi.
FCF bukan ukuran IFRS yang seragam; selalu cek definisi yang dipakai.
FCFF & FCFE Free cash flow to firm / equity
FCFF untuk seluruh penyandang modal; FCFE khusus pemegang saham
FCFF didiskontokan dengan WACC untuk menilai bisnis; FCFE didiskontokan dengan cost of equity untuk menilai ekuitas.
Working Capital Modal kerja
Aset lancar − liabilitas lancar
Modal yang terikat dalam piutang, persediaan, kas operasional, dan utang usaha.
Harga, nilai bisnis, dan multiple
Multiple hanya bermakna jika penyebutnya normal dan pembandingnya relevan.
Market Capitalization Kapitalisasi pasar
Harga saham × seluruh saham beredar
Nilai pasar bagian ekuitas perusahaan, bukan nilai seluruh bisnis termasuk utang.
Enterprise Value / EV Nilai perusahaan
Market cap + utang berbunga + saham preferen + NCI − cash/investasi
Perkiraan nilai operasi yang ditanggung seluruh penyandang modal.
Untuk bank, utang dan cash adalah bagian operasi sehingga EV konvensional kurang berguna.
PER / P/E Price to earnings ratio
Harga saham ÷ EPS
Berapa kali investor membayar laba per saham saat ini.
Tidak bermakna jika EPS negatif; gunakan laba normal untuk bisnis siklikal.
Trailing & Forward PER Historis vs estimasi
Trailing memakai EPS 12 bulan lalu; forward memakai estimasi EPS ke depan
Forward PER terlihat lebih murah jika laba diperkirakan tumbuh.
Earnings Yield Imbal hasil laba
EPS ÷ harga = 1 ÷ PER
Kebalikan PER yang memudahkan perbandingan kasar dengan yield obligasi.
Laba bukan cash dan tidak seluruhnya dibagikan.
PBV / P/B Price to book value
Harga saham ÷ BVPS
Membandingkan harga pasar dengan ekuitas akuntansi per saham.
Kurang cocok untuk bisnis asset-light dengan intangible besar.
Price to Sales / P/S Harga terhadap penjualan
Market cap ÷ revenue
Berguna ketika laba negatif, tetapi tidak memperhitungkan margin atau utang.
PEG PER to growth
PER ÷ estimasi pertumbuhan EPS (%)
Menghubungkan harga laba dengan growth yang diharapkan.
Sangat sensitif terhadap estimasi growth dan tidak cocok untuk growth negatif atau tidak stabil.
EV/EBITDA Enterprise value multiple
EV ÷ EBITDA
Membandingkan nilai bisnis sebelum struktur modal, pajak, dan penyusutan.
Bisa menipu pada bisnis dengan maintenance capex sangat besar.
EV/EBIT EV terhadap laba operasi
EV ÷ EBIT
Mirip EV/EBITDA tetapi mengakui depresiasi dan amortisasi sebagai biaya ekonomi.
EV/Sales EV terhadap revenue
EV ÷ revenue
Lebih adil daripada P/S untuk perusahaan dengan struktur utang berbeda.
FCF Yield Imbal hasil free cash flow
FCF untuk ekuitas ÷ market cap
Mengukur cash bebas relatif terhadap harga saham.
DCF Discounted cash flow
Nilai sekarang dari seluruh cash flow masa depan
Metode nilai intrinsik yang memproyeksikan cash flow lalu mendiskontokannya sesuai risiko.
Perubahan kecil asumsi jangka panjang dapat mengubah valuasi secara besar.
DDM Dividend discount model
Nilai sekarang dari dividen masa depan
Cocok untuk perusahaan dengan kebijakan dividen stabil, khususnya bank matang dan utilitas.
Residual Income Laba residual
Laba bersih − biaya modal atas ekuitas awal
Menilai nilai tambah di atas return yang disyaratkan pemegang saham.
WACC Weighted average cost of capital
Biaya rata-rata tertimbang utang dan ekuitas
Tingkat diskonto untuk FCFF yang mencerminkan risiko bisnis dan pendanaan.
Margin of Safety Jarak aman valuasi
1 − harga pasar ÷ estimasi nilai intrinsik
Diskon yang diminta untuk menampung kesalahan asumsi dan risiko tak terduga.
Pertumbuhan yang benar-benar menciptakan nilai
Growth tanpa margin, cash flow, dan return on capital dapat menghancurkan nilai.
YoY Year over year
Perubahan dibanding periode sama tahun sebelumnya
Mengurangi distorsi musiman dibanding membandingkan kuartal berurutan.
QoQ Quarter over quarter
Perubahan dibanding kuartal sebelumnya
Berguna untuk membaca momentum terbaru, tetapi rentan musiman.
CAGR Compound annual growth rate
(Nilai akhir ÷ nilai awal)^(1/tahun) − 1
Rata-rata pertumbuhan majemuk per tahun antara dua titik.
Gross Margin Margin laba kotor
Gross profit ÷ revenue
Menggambarkan pricing power dan efisiensi biaya langsung.
Operating Margin Margin operasi
Operating profit ÷ revenue
Menunjukkan profitabilitas bisnis inti setelah biaya operasional.
Net Margin Margin laba bersih
Net income ÷ revenue
Persentase penjualan yang menjadi laba bersih.
ROA Return on assets
Laba ÷ rata-rata total aset
Mengukur kemampuan aset menghasilkan laba.
ROE Return on equity
Laba bersih ÷ rata-rata ekuitas
Return akuntansi yang dihasilkan atas modal pemegang saham.
Buyback, ekuitas kecil, atau leverage tinggi dapat menggelembungkan ROE.
ROIC Return on invested capital
NOPAT ÷ rata-rata invested capital
Mengukur return operasi setelah pajak atas modal utang dan ekuitas yang digunakan.
Asset Turnover Perputaran aset
Revenue ÷ rata-rata aset
Seberapa efisien aset menghasilkan penjualan.
CFO to Net Income Konversi laba menjadi kas
Cash flow operasi ÷ laba bersih
Menguji apakah laba akuntansi berubah menjadi cash.
Utang, bunga, dan kemampuan bertahan
Leverage memperbesar return ketika kondisi baik dan memperbesar risiko ketika cash flow turun.
Total Debt Utang berbunga
Pinjaman jangka pendek + jangka panjang + kewajiban sewa tertentu
Fokus pada kewajiban yang menimbulkan bunga, bukan seluruh liabilitas operasional.
Net Debt Utang bersih
Utang berbunga − cash dan setara cash
Utang setelah memperhitungkan likuiditas yang tersedia.
D/E Debt to equity
Utang berbunga ÷ ekuitas
Mengukur leverage relatif terhadap modal pemegang saham.
Tidak cocok diterapkan secara normal pada bank.
Net Debt / EBITDA Leverage terhadap laba operasi
Net debt ÷ EBITDA
Perkiraan kasar berapa tahun EBITDA untuk menutup utang bersih.
Interest Coverage Cakupan bunga
EBIT ÷ beban bunga
Mengukur seberapa besar laba operasi menutup bunga.
Current Ratio Likuiditas jangka pendek
Aset lancar ÷ liabilitas lancar
Mengukur kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek.
Quick Ratio Acid-test ratio
(Cash + investasi lancar + piutang) ÷ liabilitas lancar
Versi current ratio yang mengeluarkan persediaan.
DSCR Debt service coverage ratio
Cash tersedia untuk bayar utang ÷ pokok dan bunga jatuh tempo
Mengukur kemampuan cash flow membayar total kewajiban utang.
Definisi cash flow dan debt service dapat berbeda.
Debt Maturity Jatuh tempo utang
Jadwal pokok utang yang harus dibayar per tahun
Risiko bukan hanya jumlah utang, tetapi kapan harus dibayar dan dalam mata uang apa.
Dividen, buyback, dan dilusi
Yield tinggi hanya bagus jika cash flow dan neraca mampu membayarnya.
Dividend Dividen
Pembagian laba atau cadangan kepada pemegang saham
Di Indonesia pembagian dividen diputuskan melalui RUPS sesuai ketentuan perusahaan.
DPS Dividend per share
Total dividen kas ÷ saham yang berhak
Jumlah dividen tunai per lembar saham.
Dividend Yield Imbal hasil dividen
DPS tahunan ÷ harga saham
Persentase dividen terhadap harga pasar.
Yield naik juga dapat terjadi karena harga jatuh dan pasar memperkirakan dividen dipotong.
Payout Ratio Rasio pembayaran dividen
Dividen ÷ laba bersih
Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham.
Retention Ratio Rasio laba ditahan
1 − payout ratio
Bagian laba yang dipertahankan untuk reinvestasi.
Cum Date Tanggal cum dividen
Hari terakhir membeli agar secara jadwal berhak atas dividen
Pembeli paling lambat pada cum date tercatat dalam proses penyelesaian yang relevan.
Ex Date Tanggal ex dividen
Mulai tanggal ini pembeli baru tidak memperoleh dividen yang diumumkan
Harga secara teori menyesuaikan nilai dividen, walau pergerakan aktual juga dipengaruhi pasar.
Record & Payment Date Tanggal pencatatan dan pembayaran
Record: daftar penerima; payment: dana dibayarkan
Dua tanggal berbeda dalam jadwal corporate action.
Buyback Pembelian kembali saham
Perusahaan membeli sahamnya dari pasar
Dapat mengurangi saham beredar, menaikkan EPS, atau menjadi treasury stock.
Buyback mahal dapat menghancurkan nilai.
Dilution Dilusi
Persentase kepemilikan turun akibat saham baru
Rights issue, opsi, waran, atau konversi dapat menambah saham beredar.
Treasury Stock Saham treasuri
Saham perusahaan yang telah dibeli kembali dan dikuasai perusahaan
Umumnya tidak menerima dividen dan dapat dialihkan kembali sesuai aturan.
Total Shareholder Return TSR
Capital gain + dividen, termasuk reinvestasi bila dinyatakan
Return total yang diterima pemegang saham, bukan hanya kenaikan harga.
Rasio khusus bank
Dana pihak ketiga dan kredit adalah mesin operasi bank; gunakan rasio bank, bukan template perusahaan biasa.
| Rasio bank | Kuat / nyaman | Perlu dipantau | Risiko tinggi | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| NIM | 4–6% | 3–4% | <3% | Bandingkan bank sejenis; NIM sangat tinggi dapat datang dengan risiko kredit lebih tinggi. |
| NPL gross | <3% | 3–5% | >5% | Lihat tren, segmen kredit, restrukturisasi, dan coverage. |
| Coverage ratio | >200% | 150–200% | <150% | Cadangan besar memberi bantalan, tetapi kualitas perhitungan tetap penting. |
| CASA | >60% | 40–60% | <40% | Bank digital atau niche dapat memiliki struktur funding berbeda. |
| LDR | 80–95% | 75–80% / 95–100% | >100% | Rentang analitis, bukan batas regulasi universal. |
| CAR | >18% | 12–18% | <12% | Kebutuhan minimum resmi bergantung profil risiko dan ketentuan regulator. |
| BOPO | <80% | 80–90% | >90% | Semakin rendah semakin efisien. |
| Cost of credit | <1% | 1–2% | >2% | Bandingkan sepanjang siklus kredit. |
NIM Net interest margin
Pendapatan bunga bersih ÷ rata-rata aset produktif
Margin bunga yang dihasilkan aset produktif setelah biaya bunga.
CASA Current account savings account
Giro + tabungan ÷ dana pihak ketiga
Porsi dana murah yang membantu menekan cost of fund.
LDR Loan to deposit ratio
Total kredit ÷ dana pihak ketiga
Mengukur seberapa agresif dana nasabah disalurkan menjadi kredit.
NPL Gross Kredit bermasalah bruto
Kredit bermasalah sebelum cadangan ÷ total kredit
Mengukur proporsi kredit dengan kualitas buruk.
NPL Net Kredit bermasalah neto
NPL setelah memperhitungkan cadangan tertentu ÷ total kredit
Menunjukkan eksposur kredit bermasalah setelah bantalan pencadangan.
Loan at Risk / LaR Kredit berisiko luas
NPL + kredit dalam perhatian + restrukturisasi tertentu
Ukuran lebih luas daripada NPL untuk melihat potensi penurunan kualitas.
NPL Coverage Cakupan pencadangan
Cadangan kerugian kredit ÷ NPL
Mengukur seberapa besar kredit bermasalah ditutup cadangan.
Cost of Credit / CoC Biaya kredit
Beban pencadangan kredit ÷ rata-rata kredit
Harga kerugian kredit yang dibebankan ke laba periode.
CAR Capital adequacy ratio
Modal bank ÷ aset tertimbang menurut risiko
Bantalan modal untuk menyerap kerugian.
BOPO Beban operasional terhadap pendapatan operasional
Beban operasional ÷ pendapatan operasional
Ukuran efisiensi bank; lebih rendah umumnya lebih baik.
Cost of Fund Biaya dana
Beban bunga dana ÷ rata-rata dana berbunga
Biaya yang dibayar bank untuk memperoleh deposito dan sumber dana lain.
Bank ROA Return on assets bank
Laba bank ÷ rata-rata aset
Karena bank sangat leveraged, ROA sering lebih informatif daripada hanya melihat ROE.
Istilah transaksi dan corporate action
Tidak semuanya punya nilai wajar; sebagian menjelaskan mekanisme pasar dan risiko eksekusi.
Lot Satuan perdagangan
Pasar Reguler/Tunai BEI: 1 lot = 100 saham
Jumlah saham harus dikonversi ke lot sebelum menghitung modal transaksi.
Bid Antrean beli
Harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli
Menunjukkan permintaan pada level harga tertentu.
Offer / Ask Antrean jual
Harga terendah yang diminta penjual
Harga terdekat untuk membeli langsung jika tersedia.
Bid–Ask Spread Selisih antrean
Best ask − best bid
Biaya implisit likuiditas; spread sempit biasanya lebih efisien.
Volume Jumlah saham diperdagangkan
Total lembar atau lot berpindah tangan
Mengukur aktivitas, bukan arah harga.
Trading Value Nilai transaksi
Jumlah saham × harga transaksi
Lebih relevan daripada volume mentah ketika membandingkan saham beda harga.
Liquidity Likuiditas
Kemudahan membeli/menjual tanpa menggerakkan harga besar
Dipengaruhi nilai transaksi, spread, kedalaman order book, dan free float.
Volatility Volatilitas
Besarnya perubahan harga dalam periode tertentu
Volatilitas tinggi berarti rentang hasil dan kebutuhan manajemen risiko lebih besar.
Free Float Saham publik yang dapat diperdagangkan
Saham yang tersedia untuk investor publik ÷ saham tercatat
Free float kecil dapat membuat harga lebih mudah bergerak tajam.
Bull & Bear Market Pasar naik dan turun
Bull: tren naik luas; bear: tren turun luas
Label kondisi pasar, bukan prediksi pasti untuk saham individual.
Support & Resistance Area permintaan dan penawaran
Support menahan turun; resistance menahan naik
Area historis tempat perilaku pasar berubah, bukan garis yang pasti.
Rights Issue / HMETD Hak membeli saham baru
Saham baru ditawarkan proporsional kepada pemegang saham
Perusahaan memperoleh modal; pemegang saham yang tidak ikut dapat terdilusi.
Stock Split Pemecahan saham
Jumlah saham naik, harga per saham turun proporsional
Tidak mengubah nilai ekonomi perusahaan secara langsung.
Reverse Stock Split Penggabungan saham
Jumlah saham turun, harga per saham naik proporsional
Kebalikan stock split dan tidak memperbaiki fundamental secara otomatis.
Warrant Waran
Hak membeli saham pada harga dan masa berlaku tertentu
Instrumen berleverage yang dapat kedaluwarsa tanpa nilai dan dapat menimbulkan dilusi.
IPO Initial public offering
Penawaran saham kepada publik untuk pertama kali
Dana dapat masuk ke perusahaan, pemegang saham lama, atau kombinasi keduanya.
Tender Offer Penawaran pembelian saham
Pihak tertentu menawarkan membeli saham pada syarat dan periode khusus
Dapat muncul dalam akuisisi, perubahan pengendali, atau aksi sukarela.
Rasio utama menurut jenis bisnis
Bank
PBV + ROE, NIM, CASA, NPL/LaR, coverage, CoC, CAR, BOPO. Hindari D/E dan EV/EBITDA konvensional.
Komoditas
Gunakan laba mid-cycle, cash cost, net cash/debt, EV/EBITDA, dan FCF yield. PER rendah saat harga komoditas puncak bisa menjadi value trap.
Consumer
Revenue volume vs price, gross margin, operating margin, inventory, ROIC, pricing power, dan distribusi.
Properti
Marketing sales, recurring income, net gearing, arus kas proyek, land bank berkualitas, NAV discount, dan jadwal utang.
Telekomunikasi
ARPU, churn, subscriber quality, capex intensity, spectrum, EBITDA margin, FCF, dan net debt/EBITDA.
Teknologi / growth
Revenue growth, gross margin, unit economics, cash burn, dilution, path to FCF, dan EV/Sales—bukan hanya jumlah pengguna.
Sumber utama
Rumus dapat sedikit berbeda antarpenyedia data. Untuk keputusan penting, cocokkan angka dengan laporan keuangan, catatan laporan, prospektus, dan keterbukaan informasi resmi emiten.
Rentang dalam tutorial ini adalah alat screening edukatif, bukan batas regulasi, target harga, atau rekomendasi transaksi. Nilai wajar saham harus mempertimbangkan kualitas bisnis, pertumbuhan, risiko, struktur modal, siklus industri, dan skenario valuasi.