TUTORIAL #10 • FUNDAMENTAL & VALUATION

Kamus istilah saham: dari PER sampai NIM.

Pahami arti, rumus, cara membaca, rentang screening, dan jebakan dari istilah laporan keuangan, valuasi, dividen, perbankan, serta perdagangan saham. Gunakan kotak pencarian untuk menemukan istilah dengan cepat.

Tiga aturan membaca rasio

1
Bandingkan yang sejenisGunakan perusahaan, sektor, dan fase siklus yang sama.
2
Lihat trenSatu kuartal tidak cukup; gunakan beberapa tahun dan satu siklus bisnis.
3
TriangulasiGabungkan valuasi, kualitas laba, neraca, arus kas, dan risiko.
🔊 NARASI ± 100 DETIK

Cara memakai kamus ini

Ringkasan tentang angka murah, angka bagus, dan konteks yang sering terlupakan.

Menyiapkan narasi…
Lihat transcript narasi

Tidak ada satu angka PER, PBV, dividend yield, atau NIM yang otomatis berarti saham murah dan bagus. PER rendah dapat muncul karena laba sedang berada di puncak siklus. PBV di bawah satu dapat menunjukkan diskon, tetapi juga dapat mencerminkan aset bermasalah atau return on equity yang rendah. Dividend yield tinggi perlu diperiksa bersama payout ratio, free cash flow, dan utang. Untuk bank, gunakan rasio khusus seperti NIM, CASA, NPL, coverage, CAR, dan BOPO; debt to equity perusahaan biasa tidak cocok dipakai dengan cara yang sama. Gunakan rentang di tutorial ini hanya sebagai screening awal. Setelah itu bandingkan dengan riwayat perusahaan, perusahaan sejenis, dan nilai intrinsik dari DCF, DDM, atau residual income. Tujuan kamus ini bukan mencari satu angka ajaib, melainkan membantu Anda menghubungkan harga, kualitas bisnis, cash flow, pertumbuhan, dan risiko.

!

“Nilai wajar rasio” bukan angka universal

Angka di halaman ini adalah rentang screening praktis, bukan keputusan beli. Nilai wajar yang lebih kuat memakai tiga pembanding: median historis perusahaan, median peer satu sektor, dan nilai intrinsik berdasarkan proyeksi cash flow serta risiko. Perusahaan berkualitas dan tumbuh cepat pantas mendapat multiple lebih tinggi; bisnis siklikal, rapuh, atau berutang tinggi pantas mendapat diskon.

Pembanding pasar Indonesia — Januari 2026

Median sampel 746 perusahaan publik Indonesia menurut dataset NYU Stern. Ini adalah kondisi pasar saat data diambil, bukan target atau jaminan nilai wajar.

Trailing PER18,19×Laba 12 bulan terakhir
Forward PER10,44×Estimasi laba ke depan
PBV1,54×Harga terhadap nilai buku
PEG1,41×PER terhadap growth
EV/EBITDA11,39×Nilai bisnis terhadap EBITDA
EV/EBIT15,97×Memasukkan beban depresiasi
Price/Sales1,56×Harga terhadap penjualan
EV/Sales1,89×Nilai bisnis terhadap penjualan
Rasio generikMenarik / kuatNetral / wajar awalWaspada / premiumCatatan
PER≤10×10–18×>18×PER rendah bisa berarti laba puncak atau bisnis menurun.
PBV<1×1–3×>3×Harus dibaca bersama ROE, kualitas aset, dan intangible.
PEG<1×1–2×>2×Hanya berguna jika growth positif, stabil, dan masuk akal.
EV/EBITDA<6×6–10×>10×Tidak cocok untuk bank; cek capex dan utang.
FCF yield>8%5–8%<5%Gunakan FCF normal, bukan satu tahun yang tidak biasa.
ROE>15%10–15%<10%ROE tinggi karena utang besar belum tentu berkualitas.
Net debt/EBITDA<1,5×1,5–3×>3×Bisnis defensif dapat menanggung lebih banyak daripada bisnis siklikal.
Interest coverage>5×3–5×<3×Di bawah 1,5× menunjukkan bantalan bunga sangat tipis.
LAPORAN KEUANGAN

Dari revenue sampai free cash flow

Angka mentah yang menjadi bahan dasar hampir semua rasio.

15 istilah

Revenue Pendapatan / penjualan

Harga × volume barang atau jasa yang terjual

Nilai penjualan sebelum dikurangi biaya. Revenue tumbuh menunjukkan permintaan atau harga naik, tetapi belum menjamin laba.

ScreeningIdealnya tumbuh ≥ inflasi dan konsisten 3–5 tahun; bandingkan dengan sektor.

Waspadai pertumbuhan dari akuisisi, kurs, atau pengakuan pendapatan agresif.

COGS Cost of goods sold / beban pokok

Biaya langsung untuk menghasilkan produk atau layanan

Mencakup bahan baku, tenaga langsung, dan biaya produksi yang terkait langsung.

ScreeningCOGS sebagai % revenue stabil atau turun biasanya positif.

Definisi berbeda antarindustri; bank tidak memakai format COGS biasa.

Gross Profit Laba kotor

Revenue − COGS

Sisa pendapatan setelah biaya langsung, sebelum biaya operasional, bunga, dan pajak.

ScreeningTren positif dan gross margin stabil/naik lebih penting daripada nominal tunggal.

Operating Profit / EBIT Laba operasi

Revenue − beban operasional; kira-kira laba sebelum bunga dan pajak

Menggambarkan hasil bisnis inti sebelum keputusan pendanaan dan pajak.

ScreeningPositif, bertumbuh, dan tidak kalah oleh laba bersih akibat keuntungan non-operasional.

EBITDA Earnings before interest, taxes, depreciation & amortization

EBIT + depresiasi + amortisasi

Proksi performa operasi sebelum beban pendanaan dan penyusutan aset.

ScreeningMargin EBITDA stabil/naik; cocok untuk perbandingan perusahaan padat modal.

EBITDA bukan cash flow karena mengabaikan capex dan perubahan modal kerja.

Net Income Laba bersih

Pendapatan − seluruh beban, bunga, dan pajak

Bottom line yang tersedia setelah seluruh biaya periode berjalan.

ScreeningPositif dan tumbuh; cek apakah didukung laba operasi dan cash flow.

One-off gain, revaluasi, dan keuntungan kurs dapat mengangkat laba sementara.

EPS Earnings per share / laba per saham

Laba bersih untuk pemegang saham biasa ÷ rata-rata saham beredar

Menghubungkan laba perusahaan dengan setiap lembar saham.

ScreeningEPS CAGR positif 3–5 tahun dan tidak tertinggal dari laba bersih.

Dilusi dapat membuat EPS stagnan meski laba naik.

Equity Ekuitas pemegang saham

Total aset − total liabilitas

Nilai akuntansi bersih milik pemegang saham, termasuk modal disetor dan laba ditahan.

ScreeningEkuitas positif dan tumbuh dari laba, bukan hanya penerbitan saham baru.

BVPS Book value per share

Ekuitas pemegang saham biasa ÷ saham beredar

Nilai buku per lembar yang menjadi penyebut PBV.

ScreeningBVPS tumbuh konsisten, terutama untuk bank dan bisnis berbasis aset.

Nilai buku belum tentu sama dengan nilai jual aset atau nilai ekonominya.

Retained Earnings Laba ditahan

Akumulasi laba − dividen ± penyesuaian

Bagian laba historis yang tidak dibagikan dan tetap berada di perusahaan untuk ekspansi, modal kerja, atau memperkuat neraca.

ScreeningPositif dan naik bersama ROE/ROIC yang baik menunjukkan reinvestasi produktif.

Laba ditahan bukan tumpukan cash; dan jumlah besar tidak bagus jika modal diinvestasikan dengan return rendah.

CFO / OCF Cash flow from operations

Kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi inti

Mengukur kas yang benar-benar dihasilkan kegiatan bisnis sebelum investasi dan pendanaan.

ScreeningPositif; rata-rata CFO/net income sekitar ≥1 dalam beberapa tahun dianggap berkualitas.

Capex Capital expenditure

Belanja aset tetap dan aset produktif jangka panjang

Kas untuk membangun atau membeli mesin, jaringan, gedung, tambang, dan aset produktif lain.

ScreeningTidak ada angka ideal; pisahkan maintenance capex dan growth capex bila memungkinkan.

FCF Free cash flow

Versi sederhana: CFO − capex

Kas tersisa setelah operasi dan investasi aset, yang dapat dipakai untuk dividen, buyback, utang, atau akuisisi.

ScreeningPositif dan bertumbuh 3–5 tahun; FCF margin >10% kuat untuk banyak bisnis non-keuangan.

FCF bukan ukuran IFRS yang seragam; selalu cek definisi yang dipakai.

FCFF & FCFE Free cash flow to firm / equity

FCFF untuk seluruh penyandang modal; FCFE khusus pemegang saham

FCFF didiskontokan dengan WACC untuk menilai bisnis; FCFE didiskontokan dengan cost of equity untuk menilai ekuitas.

ScreeningGunakan konsisten: FCFF → enterprise value; FCFE → equity value.

Working Capital Modal kerja

Aset lancar − liabilitas lancar

Modal yang terikat dalam piutang, persediaan, kas operasional, dan utang usaha.

ScreeningKenaikan modal kerja seharusnya sejalan dengan pertumbuhan bisnis, bukan akibat piutang macet atau stok menumpuk.
VALUATION

Harga, nilai bisnis, dan multiple

Multiple hanya bermakna jika penyebutnya normal dan pembandingnya relevan.

17 istilah

Market Capitalization Kapitalisasi pasar

Harga saham × seluruh saham beredar

Nilai pasar bagian ekuitas perusahaan, bukan nilai seluruh bisnis termasuk utang.

ScreeningTidak ada nilai ideal; gunakan untuk membedakan big cap, mid cap, dan small cap serta likuiditas.

Enterprise Value / EV Nilai perusahaan

Market cap + utang berbunga + saham preferen + NCI − cash/investasi

Perkiraan nilai operasi yang ditanggung seluruh penyandang modal.

ScreeningLebih tepat daripada market cap saat membandingkan perusahaan dengan tingkat utang berbeda.

Untuk bank, utang dan cash adalah bagian operasi sehingga EV konvensional kurang berguna.

PER / P/E Price to earnings ratio

Harga saham ÷ EPS

Berapa kali investor membayar laba per saham saat ini.

Rentang awal≤10× murah/berisiko; 10–18× wajar awal; 18–25× premium; >25× butuh growth tinggi.

Tidak bermakna jika EPS negatif; gunakan laba normal untuk bisnis siklikal.

Trailing & Forward PER Historis vs estimasi

Trailing memakai EPS 12 bulan lalu; forward memakai estimasi EPS ke depan

Forward PER terlihat lebih murah jika laba diperkirakan tumbuh.

ScreeningBandingkan keduanya dan cek seberapa sering konsensus analis meleset.

Earnings Yield Imbal hasil laba

EPS ÷ harga = 1 ÷ PER

Kebalikan PER yang memudahkan perbandingan kasar dengan yield obligasi.

Rentang awal>10% menarik/berisiko; 5–10% menengah; <5% premium.

Laba bukan cash dan tidak seluruhnya dibagikan.

PBV / P/B Price to book value

Harga saham ÷ BVPS

Membandingkan harga pasar dengan ekuitas akuntansi per saham.

Rentang awal<1× diskon/masalah; 1–3× umum; >3× butuh ROE dan kualitas tinggi.

Kurang cocok untuk bisnis asset-light dengan intangible besar.

Price to Sales / P/S Harga terhadap penjualan

Market cap ÷ revenue

Berguna ketika laba negatif, tetapi tidak memperhitungkan margin atau utang.

Rentang awal<1× rendah; 1–3× menengah; >3× butuh margin dan growth kuat.

PEG PER to growth

PER ÷ estimasi pertumbuhan EPS (%)

Menghubungkan harga laba dengan growth yang diharapkan.

Rentang awal<1× menarik; 1–2× masuk akal; >2× mahal relatif terhadap growth.

Sangat sensitif terhadap estimasi growth dan tidak cocok untuk growth negatif atau tidak stabil.

EV/EBITDA Enterprise value multiple

EV ÷ EBITDA

Membandingkan nilai bisnis sebelum struktur modal, pajak, dan penyusutan.

Rentang awal<6× rendah; 6–10× wajar awal; 10–15× premium; >15× mahal/high growth.

Bisa menipu pada bisnis dengan maintenance capex sangat besar.

EV/EBIT EV terhadap laba operasi

EV ÷ EBIT

Mirip EV/EBITDA tetapi mengakui depresiasi dan amortisasi sebagai biaya ekonomi.

Rentang awal<10× rendah; 10–15× menengah; >15× premium.

EV/Sales EV terhadap revenue

EV ÷ revenue

Lebih adil daripada P/S untuk perusahaan dengan struktur utang berbeda.

Rentang awal<1× rendah; 1–3× menengah; >3× perlu margin/growth tinggi.

FCF Yield Imbal hasil free cash flow

FCF untuk ekuitas ÷ market cap

Mengukur cash bebas relatif terhadap harga saham.

Rentang awal>8% menarik; 5–8% wajar awal; 3–5% premium; <3% sangat bergantung growth.

DCF Discounted cash flow

Nilai sekarang dari seluruh cash flow masa depan

Metode nilai intrinsik yang memproyeksikan cash flow lalu mendiskontokannya sesuai risiko.

ScreeningGunakan beberapa skenario dan sensitivitas WACC serta terminal growth.

Perubahan kecil asumsi jangka panjang dapat mengubah valuasi secara besar.

DDM Dividend discount model

Nilai sekarang dari dividen masa depan

Cocok untuk perusahaan dengan kebijakan dividen stabil, khususnya bank matang dan utilitas.

ScreeningGunakan bila payout konsisten dan dividen mencerminkan kemampuan membayar.

Residual Income Laba residual

Laba bersih − biaya modal atas ekuitas awal

Menilai nilai tambah di atas return yang disyaratkan pemegang saham.

ScreeningBerguna untuk bank atau saat FCF sulit diperkirakan tetapi nilai buku cukup bermakna.

WACC Weighted average cost of capital

Biaya rata-rata tertimbang utang dan ekuitas

Tingkat diskonto untuk FCFF yang mencerminkan risiko bisnis dan pendanaan.

ScreeningROIC harus konsisten di atas WACC agar perusahaan menciptakan nilai.

Margin of Safety Jarak aman valuasi

1 − harga pasar ÷ estimasi nilai intrinsik

Diskon yang diminta untuk menampung kesalahan asumsi dan risiko tak terduga.

Rentang awal15–25% untuk bisnis sangat berkualitas; 30–50% untuk bisnis siklikal, rapuh, atau sulit diprediksi.
GROWTH & QUALITY

Pertumbuhan yang benar-benar menciptakan nilai

Growth tanpa margin, cash flow, dan return on capital dapat menghancurkan nilai.

11 istilah

YoY Year over year

Perubahan dibanding periode sama tahun sebelumnya

Mengurangi distorsi musiman dibanding membandingkan kuartal berurutan.

ScreeningGunakan beberapa periode; YoY positif satu kali belum menjadi tren.

QoQ Quarter over quarter

Perubahan dibanding kuartal sebelumnya

Berguna untuk membaca momentum terbaru, tetapi rentan musiman.

ScreeningBandingkan juga dengan pola QoQ tahun-tahun sebelumnya.

CAGR Compound annual growth rate

(Nilai akhir ÷ nilai awal)^(1/tahun) − 1

Rata-rata pertumbuhan majemuk per tahun antara dua titik.

Rentang awal5–10% moderat; 10–20% kuat; >20% tinggi dan perlu diuji keberlanjutannya.

Gross Margin Margin laba kotor

Gross profit ÷ revenue

Menggambarkan pricing power dan efisiensi biaya langsung.

ScreeningStabil atau naik; bandingkan hanya dalam model bisnis sejenis.

Operating Margin Margin operasi

Operating profit ÷ revenue

Menunjukkan profitabilitas bisnis inti setelah biaya operasional.

Screening>15% kuat untuk banyak sektor, tetapi retail dapat sehat pada margin jauh lebih kecil.

Net Margin Margin laba bersih

Net income ÷ revenue

Persentase penjualan yang menjadi laba bersih.

Screening>10% sering dianggap baik secara generik; konteks sektor tetap utama.

ROA Return on assets

Laba ÷ rata-rata total aset

Mengukur kemampuan aset menghasilkan laba.

Rentang awal>5% baik untuk non-bank; bisnis aset berat wajar lebih rendah.

ROE Return on equity

Laba bersih ÷ rata-rata ekuitas

Return akuntansi yang dihasilkan atas modal pemegang saham.

Rentang awal>15% kuat; 10–15% cukup; <10% lemah kecuali fase investasi.

Buyback, ekuitas kecil, atau leverage tinggi dapat menggelembungkan ROE.

ROIC Return on invested capital

NOPAT ÷ rata-rata invested capital

Mengukur return operasi setelah pajak atas modal utang dan ekuitas yang digunakan.

ScreeningROIC > WACC menciptakan nilai; spread >3 poin persentase tergolong kuat.

Asset Turnover Perputaran aset

Revenue ÷ rata-rata aset

Seberapa efisien aset menghasilkan penjualan.

ScreeningNaik atau stabil positif; bandingkan dengan bisnis yang sama.

CFO to Net Income Konversi laba menjadi kas

Cash flow operasi ÷ laba bersih

Menguji apakah laba akuntansi berubah menjadi cash.

Rentang awalRata-rata ≥1 kuat; 0,8–1 cukup; <0,8 berulang perlu investigasi.
BALANCE SHEET

Utang, bunga, dan kemampuan bertahan

Leverage memperbesar return ketika kondisi baik dan memperbesar risiko ketika cash flow turun.

9 istilah

Total Debt Utang berbunga

Pinjaman jangka pendek + jangka panjang + kewajiban sewa tertentu

Fokus pada kewajiban yang menimbulkan bunga, bukan seluruh liabilitas operasional.

ScreeningNilai absolut harus dibandingkan dengan EBITDA, FCF, ekuitas, dan jatuh tempo.

Net Debt Utang bersih

Utang berbunga − cash dan setara cash

Utang setelah memperhitungkan likuiditas yang tersedia.

ScreeningNet cash atau net debt rendah memberi fleksibilitas lebih tinggi.

D/E Debt to equity

Utang berbunga ÷ ekuitas

Mengukur leverage relatif terhadap modal pemegang saham.

Rentang awal<0,5× konservatif; 0,5–1× moderat; 1–2× tinggi; >2× sangat tinggi.

Tidak cocok diterapkan secara normal pada bank.

Net Debt / EBITDA Leverage terhadap laba operasi

Net debt ÷ EBITDA

Perkiraan kasar berapa tahun EBITDA untuk menutup utang bersih.

Rentang awal<1,5× nyaman; 1,5–3× moderat; 3–4× tinggi; >4× berisiko.

Interest Coverage Cakupan bunga

EBIT ÷ beban bunga

Mengukur seberapa besar laba operasi menutup bunga.

Rentang awal>5× nyaman; 3–5× cukup; 1,5–3× tipis; <1,5× bahaya.

Current Ratio Likuiditas jangka pendek

Aset lancar ÷ liabilitas lancar

Mengukur kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek.

Rentang awal1,2–2× umumnya nyaman; <1× perlu dicek; >3× bisa berarti aset tidak produktif.

Quick Ratio Acid-test ratio

(Cash + investasi lancar + piutang) ÷ liabilitas lancar

Versi current ratio yang mengeluarkan persediaan.

Rentang awal≥1× nyaman secara generik; retail cepat berputar dapat sehat di bawahnya.

DSCR Debt service coverage ratio

Cash tersedia untuk bayar utang ÷ pokok dan bunga jatuh tempo

Mengukur kemampuan cash flow membayar total kewajiban utang.

Rentang awal>1,5× nyaman; 1,2–1,5× tipis; <1× cash tidak mencukupi.

Definisi cash flow dan debt service dapat berbeda.

Debt Maturity Jatuh tempo utang

Jadwal pokok utang yang harus dibayar per tahun

Risiko bukan hanya jumlah utang, tetapi kapan harus dibayar dan dalam mata uang apa.

ScreeningTidak ada tembok jatuh tempo besar tanpa cash atau fasilitas refinancing yang jelas.
SHAREHOLDER RETURN

Dividen, buyback, dan dilusi

Yield tinggi hanya bagus jika cash flow dan neraca mampu membayarnya.

12 istilah

Dividend Dividen

Pembagian laba atau cadangan kepada pemegang saham

Di Indonesia pembagian dividen diputuskan melalui RUPS sesuai ketentuan perusahaan.

ScreeningNilai keberlanjutan melalui FCF, payout ratio, utang, dan riwayat pembayaran.

DPS Dividend per share

Total dividen kas ÷ saham yang berhak

Jumlah dividen tunai per lembar saham.

ScreeningDPS stabil atau tumbuh 5–10 tahun lebih kuat daripada yield tinggi satu kali.

Dividend Yield Imbal hasil dividen

DPS tahunan ÷ harga saham

Persentase dividen terhadap harga pasar.

Rentang awal3–6% bermakna; >6% tinggi dan wajib diuji; <3% dapat wajar untuk growth.

Yield naik juga dapat terjadi karena harga jatuh dan pasar memperkirakan dividen dipotong.

Payout Ratio Rasio pembayaran dividen

Dividen ÷ laba bersih

Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham.

Rentang awal30–60% seimbang; 60–80% tinggi; >100% umumnya tidak berkelanjutan.

Retention Ratio Rasio laba ditahan

1 − payout ratio

Bagian laba yang dipertahankan untuk reinvestasi.

ScreeningRetention tinggi bagus jika ROIC reinvestasi tetap di atas WACC.

Cum Date Tanggal cum dividen

Hari terakhir membeli agar secara jadwal berhak atas dividen

Pembeli paling lambat pada cum date tercatat dalam proses penyelesaian yang relevan.

CatatanIkuti kalender resmi emiten dan BEI; jangan mengandalkan ingatan.

Ex Date Tanggal ex dividen

Mulai tanggal ini pembeli baru tidak memperoleh dividen yang diumumkan

Harga secara teori menyesuaikan nilai dividen, walau pergerakan aktual juga dipengaruhi pasar.

CatatanMembeli hanya demi dividen tidak otomatis menghasilkan profit.

Record & Payment Date Tanggal pencatatan dan pembayaran

Record: daftar penerima; payment: dana dibayarkan

Dua tanggal berbeda dalam jadwal corporate action.

CatatanCek pengumuman resmi emiten/KSEI untuk tanggal final.

Buyback Pembelian kembali saham

Perusahaan membeli sahamnya dari pasar

Dapat mengurangi saham beredar, menaikkan EPS, atau menjadi treasury stock.

ScreeningPositif jika dilakukan di bawah nilai intrinsik tanpa merusak neraca.

Buyback mahal dapat menghancurkan nilai.

Dilution Dilusi

Persentase kepemilikan turun akibat saham baru

Rights issue, opsi, waran, atau konversi dapat menambah saham beredar.

ScreeningEPS dan FCF per saham harus tumbuh setelah penggunaan dana, bukan hanya laba total.

Treasury Stock Saham treasuri

Saham perusahaan yang telah dibeli kembali dan dikuasai perusahaan

Umumnya tidak menerima dividen dan dapat dialihkan kembali sesuai aturan.

ScreeningPeriksa apakah benar dibatalkan atau berpotensi dijual kembali.

Total Shareholder Return TSR

Capital gain + dividen, termasuk reinvestasi bila dinyatakan

Return total yang diterima pemegang saham, bukan hanya kenaikan harga.

ScreeningBandingkan TSR tahunan 3–5 tahun dengan IHSG dan peer.
BANKING

Rasio khusus bank

Dana pihak ketiga dan kredit adalah mesin operasi bank; gunakan rasio bank, bukan template perusahaan biasa.

12 istilah
Rasio bankKuat / nyamanPerlu dipantauRisiko tinggiCatatan
NIM4–6%3–4%<3%Bandingkan bank sejenis; NIM sangat tinggi dapat datang dengan risiko kredit lebih tinggi.
NPL gross<3%3–5%>5%Lihat tren, segmen kredit, restrukturisasi, dan coverage.
Coverage ratio>200%150–200%<150%Cadangan besar memberi bantalan, tetapi kualitas perhitungan tetap penting.
CASA>60%40–60%<40%Bank digital atau niche dapat memiliki struktur funding berbeda.
LDR80–95%75–80% / 95–100%>100%Rentang analitis, bukan batas regulasi universal.
CAR>18%12–18%<12%Kebutuhan minimum resmi bergantung profil risiko dan ketentuan regulator.
BOPO<80%80–90%>90%Semakin rendah semakin efisien.
Cost of credit<1%1–2%>2%Bandingkan sepanjang siklus kredit.

NIM Net interest margin

Pendapatan bunga bersih ÷ rata-rata aset produktif

Margin bunga yang dihasilkan aset produktif setelah biaya bunga.

Rentang awal4–6% kuat untuk banyak bank Indonesia; nilai ideal wajib dibandingkan dengan model bank dan risiko kredit.

CASA Current account savings account

Giro + tabungan ÷ dana pihak ketiga

Porsi dana murah yang membantu menekan cost of fund.

Rentang awal>60% kuat; 40–60% cukup; <40% funding cenderung lebih mahal.

LDR Loan to deposit ratio

Total kredit ÷ dana pihak ketiga

Mengukur seberapa agresif dana nasabah disalurkan menjadi kredit.

Rentang analitis80–95% seimbang; terlalu rendah kurang produktif, terlalu tinggi menekan likuiditas.

NPL Gross Kredit bermasalah bruto

Kredit bermasalah sebelum cadangan ÷ total kredit

Mengukur proporsi kredit dengan kualitas buruk.

Rentang awal<3% sehat; 3–5% perlu pantau; >5% red flag.

NPL Net Kredit bermasalah neto

NPL setelah memperhitungkan cadangan tertentu ÷ total kredit

Menunjukkan eksposur kredit bermasalah setelah bantalan pencadangan.

Rentang awal<1% kuat; 1–2% perlu pantau; >2% tinggi.

Loan at Risk / LaR Kredit berisiko luas

NPL + kredit dalam perhatian + restrukturisasi tertentu

Ukuran lebih luas daripada NPL untuk melihat potensi penurunan kualitas.

ScreeningTren turun lebih penting; bandingkan dengan sistem perbankan dan peer.

NPL Coverage Cakupan pencadangan

Cadangan kerugian kredit ÷ NPL

Mengukur seberapa besar kredit bermasalah ditutup cadangan.

Rentang awal>200% kuat; 150–200% nyaman; <150% perlu diuji lebih dalam.

Cost of Credit / CoC Biaya kredit

Beban pencadangan kredit ÷ rata-rata kredit

Harga kerugian kredit yang dibebankan ke laba periode.

Rentang awal<1% baik; 1–2% meningkat; >2% tinggi, tergantung segmen.

CAR Capital adequacy ratio

Modal bank ÷ aset tertimbang menurut risiko

Bantalan modal untuk menyerap kerugian.

Rentang analitis>18% nyaman; 12–18% memadai awal; <12% perlu perhatian dan cek minimum regulator.

BOPO Beban operasional terhadap pendapatan operasional

Beban operasional ÷ pendapatan operasional

Ukuran efisiensi bank; lebih rendah umumnya lebih baik.

Rentang awal<80% efisien; 80–90% perlu pantau; >90% margin sangat tipis.

Cost of Fund Biaya dana

Beban bunga dana ÷ rata-rata dana berbunga

Biaya yang dibayar bank untuk memperoleh deposito dan sumber dana lain.

ScreeningLebih rendah dan stabil positif; baca bersama CASA, suku bunga, dan kompetisi deposito.

Bank ROA Return on assets bank

Laba bank ÷ rata-rata aset

Karena bank sangat leveraged, ROA sering lebih informatif daripada hanya melihat ROE.

Rentang awal>2% kuat; 1–2% cukup; <1% lemah, dengan definisi laporan yang perlu dicek.
MARKET & TRADING

Istilah transaksi dan corporate action

Tidak semuanya punya nilai wajar; sebagian menjelaskan mekanisme pasar dan risiko eksekusi.

17 istilah

Lot Satuan perdagangan

Pasar Reguler/Tunai BEI: 1 lot = 100 saham

Jumlah saham harus dikonversi ke lot sebelum menghitung modal transaksi.

CatatanNilai transaksi = lot × 100 × harga per saham, ditambah fee.

Bid Antrean beli

Harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli

Menunjukkan permintaan pada level harga tertentu.

CatatanBid besar dapat berubah atau dibatalkan; bukan jaminan support.

Offer / Ask Antrean jual

Harga terendah yang diminta penjual

Harga terdekat untuk membeli langsung jika tersedia.

CatatanOrder besar dapat mengalami slippage jika kedalaman offer tipis.

Bid–Ask Spread Selisih antrean

Best ask − best bid

Biaya implisit likuiditas; spread sempit biasanya lebih efisien.

ScreeningSemakin kecil persentasenya terhadap harga, semakin baik untuk eksekusi.

Volume Jumlah saham diperdagangkan

Total lembar atau lot berpindah tangan

Mengukur aktivitas, bukan arah harga.

ScreeningGunakan RVOL: volume hari ini dibanding rata-rata periode.

Trading Value Nilai transaksi

Jumlah saham × harga transaksi

Lebih relevan daripada volume mentah ketika membandingkan saham beda harga.

ScreeningNilai transaksi harian harus cukup besar dibanding ukuran posisi agar mudah keluar.

Liquidity Likuiditas

Kemudahan membeli/menjual tanpa menggerakkan harga besar

Dipengaruhi nilai transaksi, spread, kedalaman order book, dan free float.

ScreeningPosisi individual sebaiknya kecil dibanding rata-rata nilai transaksi harian.

Volatility Volatilitas

Besarnya perubahan harga dalam periode tertentu

Volatilitas tinggi berarti rentang hasil dan kebutuhan manajemen risiko lebih besar.

CatatanBukan sinonim risiko fundamental, tetapi memengaruhi sizing dan stop.

Free Float Saham publik yang dapat diperdagangkan

Saham yang tersedia untuk investor publik ÷ saham tercatat

Free float kecil dapat membuat harga lebih mudah bergerak tajam.

ScreeningLebih tinggi umumnya mendukung likuiditas; lihat distribusi pemegang saham.

Bull & Bear Market Pasar naik dan turun

Bull: tren naik luas; bear: tren turun luas

Label kondisi pasar, bukan prediksi pasti untuk saham individual.

CatatanGunakan breadth, tren indeks, volume, dan kondisi makro; jangan hanya satu hari.

Support & Resistance Area permintaan dan penawaran

Support menahan turun; resistance menahan naik

Area historis tempat perilaku pasar berubah, bukan garis yang pasti.

CatatanClose dan volume biasanya lebih informatif daripada wick sesaat.

Rights Issue / HMETD Hak membeli saham baru

Saham baru ditawarkan proporsional kepada pemegang saham

Perusahaan memperoleh modal; pemegang saham yang tidak ikut dapat terdilusi.

ScreeningNilai tujuan dana, harga pelaksanaan, standby buyer, dan efek pada EPS/BVPS.

Stock Split Pemecahan saham

Jumlah saham naik, harga per saham turun proporsional

Tidak mengubah nilai ekonomi perusahaan secara langsung.

CatatanDapat meningkatkan keterjangkauan dan likuiditas, tetapi bukan pencipta nilai fundamental.

Reverse Stock Split Penggabungan saham

Jumlah saham turun, harga per saham naik proporsional

Kebalikan stock split dan tidak memperbaiki fundamental secara otomatis.

CatatanPeriksa alasan dan riwayat dilusi perusahaan.

Warrant Waran

Hak membeli saham pada harga dan masa berlaku tertentu

Instrumen berleverage yang dapat kedaluwarsa tanpa nilai dan dapat menimbulkan dilusi.

ScreeningCek exercise price, tanggal jatuh tempo, rasio konversi, dan nilai waktu.

IPO Initial public offering

Penawaran saham kepada publik untuk pertama kali

Dana dapat masuk ke perusahaan, pemegang saham lama, atau kombinasi keduanya.

ScreeningBaca prospektus, penggunaan dana, valuasi, lock-up, dan konsentrasi pemegang saham.

Tender Offer Penawaran pembelian saham

Pihak tertentu menawarkan membeli saham pada syarat dan periode khusus

Dapat muncul dalam akuisisi, perubahan pengendali, atau aksi sukarela.

CatatanPeriksa harga, syarat, jadwal, sumber dana, dan pengumuman resmi.
JANGAN SAMAKAN SEMUA SEKTOR

Rasio utama menurut jenis bisnis

Bank

PBV + ROE, NIM, CASA, NPL/LaR, coverage, CoC, CAR, BOPO. Hindari D/E dan EV/EBITDA konvensional.

Komoditas

Gunakan laba mid-cycle, cash cost, net cash/debt, EV/EBITDA, dan FCF yield. PER rendah saat harga komoditas puncak bisa menjadi value trap.

Consumer

Revenue volume vs price, gross margin, operating margin, inventory, ROIC, pricing power, dan distribusi.

Properti

Marketing sales, recurring income, net gearing, arus kas proyek, land bank berkualitas, NAV discount, dan jadwal utang.

Telekomunikasi

ARPU, churn, subscriber quality, capex intensity, spectrum, EBITDA margin, FCF, dan net debt/EBITDA.

Teknologi / growth

Revenue growth, gross margin, unit economics, cash burn, dilution, path to FCF, dan EV/Sales—bukan hanya jumlah pengguna.

REFERENSI & METODOLOGI

Sumber utama

Rumus dapat sedikit berbeda antarpenyedia data. Untuk keputusan penting, cocokkan angka dengan laporan keuangan, catatan laporan, prospektus, dan keterbukaan informasi resmi emiten.

Rentang dalam tutorial ini adalah alat screening edukatif, bukan batas regulasi, target harga, atau rekomendasi transaksi. Nilai wajar saham harus mempertimbangkan kualitas bisnis, pertumbuhan, risiko, struktur modal, siklus industri, dan skenario valuasi.

Terapkan dengan tool terkait