TUTORIAL #07 • POSITION

Average down: BEP turun, risiko bisa naik.

Average down adalah matematika rata-rata tertimbang. Membeli lebih rendah dapat menurunkan average price, tetapi sekaligus menambah modal yang terekspos pada saham yang sama.

Dalam 30 detik

1
Average baruDitentukan oleh harga dan jumlah lembar lama + baru.
2
BEP lebih dekatHarga tidak perlu naik sejauh sebelumnya untuk kembali ke average.
3
Exposure membesarJika thesis salah, kerugian nominal juga bisa membesar.
🔊 NARASI ± 60 DETIK

Dengarkan ringkasannya

Fokus pada trade-off, bukan sekadar average yang turun.

Menyiapkan narasi…
Lihat transcript narasi

Average down berarti membeli saham tambahan pada harga lebih rendah sehingga harga rata-rata posisi turun. Contohnya, sepuluh lot dengan average seribu rupiah ditambah sepuluh lot di delapan ratus rupiah menghasilkan average sekitar sembilan ratus rupiah. Kelihatannya bagus karena break even lebih dekat. Tetapi jumlah posisi menjadi dua puluh lot, jadi modal yang terekspos hampir dua kali lebih besar. Karena itu jangan average down hanya karena harga turun. Sebelum menambah, cek apakah alasan awal membeli masih valid, apakah harga belum menembus level invalidasi, dan apakah ukuran posisi setelah penambahan masih sesuai batas risiko. Gunakan kalkulator untuk melihat average baru dan cash tambahan sebelum membuat keputusan.

Ilustrasi average down dari 10 lot di 1000 dan 10 lot di 800 menjadi average 900
Average turun adalah hasil matematika. Kualitas keputusan tetap bergantung pada thesis, invalidation, dan position size.
MATEMATIKA

Rata-rata tertimbang

  • Lot lebih besar punya bobot lebih besar.
  • Harga beli baru harus di bawah average lama untuk average down.
  • Fee dapat menambah kebutuhan cash meski tidak selalu dimasukkan ke average chart broker.
SEBELUM TAMBAH

Cek 3 pagar

  • Thesis bisnis / trading masih valid.
  • Level invalidasi belum rusak.
  • Total exposure setelah tambah masih masuk batas portofolio.
JANGAN TAMBAH

Harga murah bukan alasan

  • Jangan tambah hanya karena floating loss besar.
  • Jangan mengejar target average yang terlalu dekat dengan harga saat ini dengan lot ekstrem.
  • Jika thesis rusak, average down bisa memperbesar kesalahan.
CONTOH

10 lot @ 1.000 + 10 lot @ 800

1
Average baruRp900 per lembar.
2
Total posisi20 lot / 2.000 lembar.
3
RecoveryDari Rp800 ke Rp900 perlu naik 12,5%.
PRAKTIK

Simulasikan dulu

Gunakan dua mode: simulasi tambah posisi atau hitung lot untuk target average.

Buka Average Down →
Catatan matematika

Average price baru adalah rata-rata tertimbang: nilai posisi lama ditambah nilai pembelian baru, lalu dibagi total lembar. Kalkulator memisahkan matematika ini dari keputusan apakah saham tersebut layak ditambah.

Tutorial ini hanya edukasi matematika dan risk awareness, bukan rekomendasi untuk average down.