KALKULATOR #02

Average Down.

Simulasikan bagaimana pembelian tambahan mengubah average price, berapa dana yang dibutuhkan, dan berapa besar recovery yang masih diperlukan setelah posisi ditambah.

Kapan kalkulator ini dipakai?

Saat Anda sudah punya saham di harga rata-rata tertentu dan ingin tahu efek membeli lagi di harga yang lebih rendah. Kalkulator membantu melihat angka sebelum keputusan dibuat—bukan menyuruh Anda average down.

Contoh kasus

Punya 10 lot dengan average Rp1.000. Harga turun ke Rp800 dan Anda mempertimbangkan tambah 10 lot.

SEBELUMAvg Rp1.000
TAMBAH10 lot @ Rp800
HASILAvg Rp900
Posisi sekarang
Isi: jumlah lot yang sudah Anda pegang.
Isi: harga rata-rata posisi sebelum pembelian baru.
Rencana pembelian tambahan
Isi: harga order baru yang sedang Anda pertimbangkan.
Isi: jumlah lot yang ingin ditambahkan.
Opsional: dipakai untuk menghitung cash yang dibutuhkan. Average price di kalkulator ini menggunakan harga saham, tidak memasukkan fee ke cost basis.
Apa yang sebenarnya berubah?

Average price baru adalah rata-rata tertimbang dari nilai posisi lama dan pembelian baru. Menambah lebih banyak lot di harga yang lebih rendah akan menarik average lebih jauh ke bawah.

new avg = (old shares × old avg + new shares × buy price) ÷ total shares
Average turun ≠ risiko hilang

Average down memperbaiki titik impas, tetapi juga menambah modal yang terekspos pada saham yang sama. Selalu lihat ukuran posisi setelah penambahan.

Gunakan bersama Position Size

Setelah melihat average baru, cek juga apakah total exposure masih sesuai dengan batas portofolio Anda.

Buka Position Size →

Kalkulator ini hanya alat bantu matematika. Ia tidak menilai fundamental, support, momentum, likuiditas, atau apakah keputusan average down layak dilakukan.