Darvas Box: biarkan harga membuktikan arah.
Gambar rentang konsolidasi, tunggu Daily Close menembus ceiling dengan volume, mulai kecil, dan keluar bila harga kembali menyangkal setup.
Dengarkan ringkasannya
Kotak membantu mengubah emosi menjadi level.
Lihat transcript narasi
Darvas Box adalah kerangka breakout yang dikembangkan Nicolas Darvas. Mulai dari saham yang sedang kuat dan likuid. Ketika harga berhenti naik lalu bergerak dalam rentang, tandai ceiling di area tertinggi yang belum ditembus dan floor di area terendah konsolidasi. Jangan membeli hanya karena harga menyentuh ceiling. Adaptasi konservatif untuk BEI menunggu Daily Close di atas ceiling, idealnya dengan volume atau RVOL meningkat. Mulai dari seed kecil. Letakkan invalidation berdasarkan struktur dan hitung ukuran posisi dari jarak risiko. Bila breakout gagal dan Daily Close kembali menembus batas risiko, keluar. Jika harga membentuk box baru yang lebih tinggi, stop boleh dinaikkan, tetapi tidak diturunkan. Strategi ini paling mudah gagal saat pasar sideways, saham tidak likuid, atau terjadi gap dan ARB. Darvas Box bukan ramalan; ia adalah aturan untuk bereaksi.
Harga naik seperti tangga, bukan garis lurus
Kotak pertama adalah area keseimbangan. Breakout menunjukkan pembeli mengambil kendali. Kotak kedua yang lebih tinggi memberi alasan struktural untuk menaikkan stop—bukan menjamin harga terus naik.
Box Rp960–Rp1.050
Jika risk budget hanya 0,25% ekuitas, ukuran posisi harus dihitung dari risiko Rp100 per lembar—bukan dari keinginan memasukkan 4% modal.
Harga menyentuh Rp1.070 lalu tutup Rp1.030
Wick di atas ceiling tidak otomatis valid. Close kembali di dalam box menunjukkan permintaan belum mampu mempertahankan breakout.
- Jangan mengejar hanya karena intraday hijau.
- Tunggu close atau retest-hold sesuai rencana.
- Periksa apakah volume besar berasal dari distribusi.
- Hindari saham dengan antrean tipis dan spread lebar.
Box di dalam uptrend
Kotak yang dipaksakan
- Ceiling dan floor terus diubah setelah entry.
- Box terbentuk dalam downtrend tajam.
- Breakout tanpa volume pada saham illiquid.
- Stop terlalu jauh sehingga size menjadi berlebihan.
- Average down ketika box sudah gagal.
Mulai satu keping
Seed default 1% ekuitas. Support0 tetap lowest low tujuh hari pada saat seed dan tidak diturunkan. Untuk momentum breakout, gunakan konfirmasi Close ≥ UpperBB, RVOL ≥ 1,5, serta MACD di atas Signal dan zero line bila tersedia.
Add +1% hanya setelah profit cushion minimal sekitar 25% dan struktur baru terkonfirmasi. Cap normal 4% per saham.
Darvas asli vs adaptasi kita
Darvas memakai box, volume, buy-stop, trailing stop, serta penambahan saat harga naik. Angka RVOL 1,5, Bollinger 20,2, MACD 12,26,9, Support0 tujuh hari, seed 1%, cushion 25%, dan cap 4% adalah aturan AnalisaSaham.com—bukan klaim aturan asli Darvas.
Gunakan Darvas Box bersama pembacaan volume, support-resistance, position sizing, dan kontrol risiko.
Konsep box, breakout, volume, trailing stop, dan pendekatan techno-fundamental berasal dari karya Darvas serta sumber historis. Adaptasi BEI dijelaskan terpisah agar tidak mencampur aturan asli dengan sistem AnalisaSaham.com.
Materi ini untuk edukasi, bukan rekomendasi transaksi. Stop-loss tidak menjamin harga eksekusi. Gap, ARB, suspensi, slippage, dan likuiditas tipis dapat membuat kerugian aktual lebih besar.