Benjamin Graham: beli dengan ruang untuk salah, bukan karena rumus terlihat murah.
Hitung Graham Number dan NCAV sebagai screening awal, lalu periksa kualitas laba, aset, utang, tata kelola, dan katalis sebelum menyebutnya margin of safety.
Dengarkan ringkasannya
Murah harus dibuktikan, bukan dirasakan.
Lihat transcript narasi
Benjamin Graham mengajarkan bahwa harga pasar dan nilai bisnis adalah dua hal berbeda. Margin of safety adalah diskon antara harga dan estimasi nilai konservatif. Salah satu alat screening populer adalah Graham Number, akar dari dua puluh dua koma lima dikali EPS dan book value per share. Angka dua puluh dua koma lima berasal dari PER lima belas dikali PBV satu koma lima. Alat lain adalah NCAV, aset lancar dikurangi seluruh liabilitas lalu dibagi jumlah saham. Strategi net-net klasik mencari harga di bawah dua pertiga NCAV per saham. Namun rumus tidak dapat menilai kualitas aset. Persediaan dapat usang, piutang bisa sulit ditagih, book value dapat penuh aset yang tidak produktif, dan laba bisa berasal dari transaksi sekali jalan. Karena itu hasil kalkulator hanya screening awal. Baca laporan keuangan, catatan aset, utang, transaksi pihak berelasi, dilusi, arus kas, dan katalis. Saham murah tanpa perbaikan bisnis dapat tetap murah atau menjadi value trap.
√(22,5 × EPS × BVPS)
Menggabungkan batas klasik PER 15 dan PBV 1,5. Hanya masuk akal jika EPS serta BVPS positif dan representatif.
(Nilai − Harga) ÷ Nilai × 100%
Semakin besar diskon, semakin banyak ruang untuk kesalahan—selama estimasi nilainya dapat dipercaya.
Harga ≤ ⅔ × NCAV/saham
Filter aset sangat ketat. Kandidat biasanya memiliki masalah nyata; kualitas aset dan katalis wajib diperiksa.
Kalkulator Graham Number & NCAV
Gunakan angka laporan terakhir yang sudah dinormalisasi. Input aset, liabilitas, dan saham memakai satuan miliar agar lebih mudah.
Hasil merupakan screening mekanis, bukan intrinsic value final. Graham Number tidak memasukkan pertumbuhan, cost of capital, kualitas manajemen, atau nilai aset tak berwujud. NCAV tidak menjamin aset dapat dicairkan sesuai nilai buku.
Normalisasi keuntungan penjualan aset, reversal pencadangan, tax benefit, dan lonjakan komoditas sementara.
Periksa goodwill, aset pajak tangguhan, revaluasi, aset terbengkalai, dan ekuitas yang terkikis rugi.
Kas paling kuat. Piutang dan persediaan perlu haircut bila kualitas, umur, atau kemampuan pencairannya meragukan.
Masukkan seluruh kewajiban dan baca komitmen, gugatan, jaminan, sewa, serta kewajiban kontinjensi.
Rumus baru membuka pintu riset
Murah karena nilainya sedang hancur
- Revenue dan margin turun terus tanpa perbaikan.
- Utang naik sementara arus kas melemah.
- Rights issue berulang menggerus nilai per saham.
- Piutang pihak berelasi atau persediaan membengkak.
- Aset besar tetapi ROE sangat rendah dan tidak ada katalis.
- Manajemen tidak ramah pemegang saham minoritas.
NCAV tidak cocok dipakai mentah
Neraca bank berbeda dari perusahaan nonkeuangan: simpanan nasabah, kredit, kualitas aset, pencadangan, NPL, CAR, NIM, dan cost of credit membutuhkan analisis khusus.
Graham Number juga harus dibaca bersama ROE, kualitas kredit, pertumbuhan book value, dan siklus suku bunga.
Gunakan laba normal siklus
EPS pada puncak harga komoditas dapat membuat PER dan Graham Number tampak luar biasa murah. Gunakan laba rata-rata siklus atau skenario konservatif.
Setelah screening valuasi, periksa kualitas bisnis dan risiko posisi. Margin of safety fundamental tidak menghilangkan risiko harga jangka pendek.
Intrinsic value, margin of safety, Mr. Market, dan pendekatan aset berasal dari tradisi Graham–Dodd. Graham Number serta ambang net-net digunakan sebagai heuristic screening, bukan satu-satunya metode valuasi.
Materi dan kalkulator ini untuk edukasi, bukan rekomendasi transaksi. Nilai wajar adalah estimasi yang dapat salah. Periksa laporan keuangan terbaru, catatan audit, kualitas aset, tata kelola, likuiditas, dan risiko industri.