Tool untuk day trader: dari lot sampai TP.
Jangan mulai dari pertanyaan “bisa untung berapa?”. Mulai dari batas risiko, tentukan lot yang masuk akal, lalu hitung harga BEP dan target jual yang benar-benar menghasilkan profit bersih setelah fee.
Dengarkan alurnya
Ringkasan suara untuk digunakan sebagai checklist sebelum order.
Lihat transcript narasi
Day trader sebaiknya tidak menentukan jumlah lot hanya dari modal yang tersedia. Mulai dengan harga entry dan stop loss, lalu tentukan batas rugi dalam rupiah. Gunakan Position Size untuk mencari lot berdasarkan risiko. Setelah itu cek kebutuhan cash melalui Lot dan Modal. Masukkan jumlah lot, harga beli, serta fee ke Profit Loss dan BEP. Jika target Anda profit bersih satu persen, pilih satu persen agar tool menghitung harga jual minimum setelah fee. Terakhir, bandingkan jarak target dan stop melalui Risk Reward. Ingat, hasil kalkulator adalah rencana matematis. Eksekusi nyata tetap dipengaruhi likuiditas, antrean, slippage, dan disiplin.
Empat langkah sebelum klik buy.
Ikuti urutan ini agar lot dan target profit berasal dari rencana yang sama.
Tentukan entry dan stop
Masukkan modal, harga entry, harga stop, dan batas risiko per transaksi. Tool menghitung jumlah lot yang dibatasi oleh risiko dan alokasi.
Buka Position Size →Pastikan modal cukup
Masukkan harga order dan lot hasil langkah pertama. Tambahkan fee beli serta buffer supaya order tidak gagal karena cash terlalu mepet.
Buka Lot & Modal →Hitung TP bersih 1%
Gunakan lot, average buy, fee beli, dan fee jual. Pilih target return 1% untuk mengetahui harga jual yang dibutuhkan setelah seluruh fee.
Coba contoh TP 1% →Validasi risk/reward
Bandingkan jarak entry ke stop dengan jarak entry ke target. Jika reward terlalu kecil, ubah rencana—jangan menambah lot untuk memaksa hasil.
Buka Risk / Reward →10 lot di Rp1.000, target net 1%
Contoh memakai fee beli 0,15% dan fee jual 0,25%. Ganti dengan fee broker Anda sendiri.
Target harga dari kalkulator adalah ambang matematis. Harga order aktual harus mengikuti fraksi harga yang berlaku, dan hasil riil dapat berbeda karena slippage atau biaya lain.
Target 1% harus net
- Selisih harga 1% belum tentu memberi profit bersih 1%.
- Fee beli dan fee jual menaikkan harga target.
- Gunakan average buy jika entry dilakukan bertahap.
Lot mengikuti risiko
- Lot besar tidak memperbaiki setup yang buruk.
- Stop yang makin jauh harus mengecilkan position size.
- Modal maksimal dan risk budget adalah dua batas berbeda.
Kalkulator bukan eksekusi
- Harga target belum menjamin order terisi.
- Perhatikan likuiditas, spread, antrean, dan slippage.
- Periksa kembali fee dan harga sebelum submit.
Lengkapi workflow dengan Candlestick Pattern.
Candlestick membantu membaca reaksi harga, konfirmasi, dan titik invalidation sebelum entry. Gunakan sebagai konteks setup—bukan sinyal tunggal—lalu masukkan entry dan stop yang sudah direncanakan ke workflow kalkulator di atas.
Trade belum siap jika ada yang kosong.
- Entry dan invalidation/stop sudah jelas.
- Risiko rupiah masih di dalam batas.
- Jumlah lot tidak melebihi modal dan allocation cap.
- BEP sudah memperhitungkan fee beli dan jual.
- Harga TP menunjukkan target net yang diinginkan.
- Risk/reward masih layak setelah target dan stop dipasang.
Fee berbeda antar broker dan jenis akun. Gunakan angka aktual dari broker Anda. Hasil kalkulator merupakan estimasi matematis dan bukan jaminan bahwa order akan terisi pada harga tersebut.
Materi ini untuk edukasi dan perencanaan transaksi, bukan rekomendasi membeli atau menjual efek tertentu.