Cara memakai Trading Plan Harian.
Tujuan tool ini bukan menebak saham yang pasti naik. Tujuannya memaksa entry, stop, target, jumlah lot, dan kondisi batal ditentukan sebelum emosi ikut mengambil keputusan.
Dengarkan cara pakainya
Ringkasan suara sebelum Anda mulai membuat plan.
Lihat transcript narasi
Mulailah dari bagian konteks plan. Isi tanggal perdagangan, bias IHSG, dan catatan market. Setelah itu tekan Tambah Baris. Pilih BUY atau SELL, lalu isi kode saham, setup, entry atau harga jual, stop atau support, target, dan jumlah lot secara manual. Lot tidak ditentukan oleh tool sehingga Anda bebas memakai metode position sizing sendiri. Untuk rencana BUY yang valid, tool hanya menampilkan informasi bantu berupa nilai transaksi, risiko rupiah, dan risk reward dari angka yang Anda masukkan. Pada baris SELL, risk reward dan risiko tampil tanda strip karena fitur tersebut adalah rencana exit, bukan short selling. Lengkapi trigger agar jelas kapan order boleh dilakukan dan tulis batal jika agar Anda tahu kapan setup tidak lagi valid. Plan tersimpan otomatis di perangkat. Tekan Bagikan PDF untuk membuka menu share di HP, lalu pilih WhatsApp. Gunakan Download PDF untuk menyimpan salinan atau Cetak untuk membuka dialog print. Ingat, tool membantu merapikan keputusan, tetapi tidak menentukan ukuran posisi yang aman untuk Anda.
Empat langkah dari malam ke market.
Urutannya penting karena lot seharusnya menjadi hasil dari risiko, bukan angka yang dipilih terlebih dahulu.
Tanggal • Bias • Catatan
Saham • Setup • Harga
Nilai • Risiko • R/R
Share • Download • Cetak
Tulis konteks plan terlebih dahulu.
Bagian ini memberi latar untuk semua baris tanpa memaksakan metode position sizing tertentu.
Hari ketika plan akan dieksekusi, bukan sekadar tanggal saat Anda mengetik.
Pilih Bullish, Netral, Bearish, atau Wait & See sebagai konteks exposure.
Tulis aturan hari itu, misalnya menunggu 15 menit atau menghindari saham gap-up.
Kenali isi setiap baris.
Tekan + Tambah Baris sesuai jumlah saham atau aksi yang ingin direncanakan.
Kode ticker, misalnya BBCA atau BMRI.
BUY untuk entry baru; SELL untuk keluar dari kepemilikan.
Alasan teknis, misalnya breakout, rebound, retest, take profit, atau cut loss.
Harga rencana membeli atau harga pemicu menjual.
Level invalidation BUY atau support referensi untuk rencana SELL.
Harga sasaran yang realistis berdasarkan resistance atau trade plan.
BUY maupun SELL diisi manual agar pengguna bebas menentukan ukuran posisi.
Perbandingan potensi reward terhadap risiko. Hanya dihitung untuk BUY yang valid.
Informasi nilai order dan uang yang berisiko berdasarkan lot manual.
Kondisi yang harus terjadi sebelum order, bukan alasan setelah membeli.
Kondisi yang membatalkan plan meskipun saham masih ada di watchlist.
Lot ditentukan trader, hasil bantu mengikuti.
Misalnya entry Rp1.000, stop Rp950, target Rp1.100, dan pengguna memutuskan membeli 10 lot.
10 lot × 100 = 1.000 lembarRp1.000 × 1.000 = Rp1 juta(1.000 − 950) × 1.000 = Rp50 ribu(1.100 − 1.000) ÷ (1.000 − 950) = 2RTool tidak menilai apakah 10 lot terlalu besar atau terlalu kecil. Pengguna bebas memakai aturan sizing sendiri; angka nilai, risiko, dan R/R hanya membantu melihat konsekuensi dari plan yang dimasukkan.
Lot tetap manual.
Lot manual × 100Entry × Lot × 100(Entry − Stop) × Lot × 100Target − Entry(Target − Entry) ÷ (Entry − Stop)Lot diisi manual
- Pilih BUY.
- Isi entry, stop di bawah entry, dan target di atas entry.
- Masukkan jumlah lot sesuai metode sizing Anda sendiri.
- Periksa informasi nilai posisi, risiko rupiah, dan R/R.
- Tulis trigger dan kondisi pembatalan.
Lot diisi manual
- Pilih SELL untuk melepas saham yang sudah dimiliki.
- Isi harga pemicu jual dan jumlah lot kepemilikan yang akan dijual.
- Gunakan Setup untuk menulis Take Profit, Cut Loss, atau Trim.
- Stop/Support dan Target dapat dipakai sebagai level referensi.
- R/R serta risiko tampil “—” karena baris SELL bukan simulasi short selling.
Trigger dan “Batal Jika” harus berbeda.
Bagikan tool, PDF, atau cetak
Tabel tetap lebar dan dapat digeser.
Geser tabel ke kiri atau kanan untuk melihat semua kolom. Nomor dan kode saham tetap menempel agar Anda tidak kehilangan konteks baris. Jangan mengecilkan tampilan browser; gunakan scroll horizontal.
Jika informasi bantu tidak muncul.
Biasanya bukan error; salah satu angka yang diperlukan belum diisi.
Isi harga dan jumlah lot manual. Satu lot saham Indonesia berisi 100 lembar.
Untuk BUY, urutannya harus stop < entry < target. Pada SELL, tanda “—” memang disengaja.
Pastikan entry, stop, dan lot sudah terisi serta entry lebih besar daripada stop.
Data lokal dapat terhapus jika site data/browser storage dibersihkan atau Anda berpindah perangkat/browser.
Browser lama mungkin belum mendukung berbagi file langsung. Tool otomatis mendownload PDF agar dapat dilampirkan manual di WhatsApp.
Trading Plan belum memasukkan fee dan slippage. Lanjutkan ke Kalkulator Profit/Loss & BEP.
Buka tool, isi satu saham dahulu.
Mulai kecil. Satu rencana yang jelas lebih berguna daripada sepuluh ticker tanpa trigger dan invalidation.
Trading Plan Harian menggabungkan position sizing, risk/reward, dan perencanaan exit. Pelajari konsepnya lebih dalam melalui tutorial terkait.
Tutorial ini untuk edukasi dan perencanaan transaksi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu. Hasil aktual dipengaruhi fee, fraksi harga, spread, likuiditas, slippage, serta perubahan kondisi pasar.