TUTORIAL #19 • TREND • ATR • SYSTEM

Turtle Trading: sistem lengkap, bukan satu sinyal.

Breakout menentukan kapan masuk. ATR/N menentukan ukuran. Stop dan exit menentukan kapan mengakui salah. Diversifikasi memberi cukup peluang untuk menemukan tren besar.

Tiga ide kunci

20
Breakout objektifSystem 1 memakai 20 hari; System 2 memakai 55 hari.
N
Volatility sizingN setara konsep ATR 20 hari dan menormalkan risiko.
∞
Expectancy, bukan akurasiBanyak rugi kecil dapat dibayar beberapa tren besar.
🔊 NARASI ± 90 DETIK

Dengarkan ringkasannya

Entry hanyalah satu bagian dari mesin.

Menyiapkan narasi…
Lihat transcript narasi

Turtle Trading adalah sistem trend following yang diajarkan Richard Dennis dan William Eckhardt. System satu masuk pada breakout dua puluh hari dan System dua pada breakout lima puluh lima hari. Volatilitas diukur sebagai N, yang secara praktis mirip ATR dua puluh hari. Semakin besar N, semakin kecil posisi. Turtles menambah unit setiap harga bergerak sekitar setengah N sesuai arah posisi, dengan batas unit dan korelasi. Stop awal historis sekitar dua N. Exit System satu menggunakan low sepuluh hari untuk posisi long, sedangkan System dua menggunakan low dua puluh hari. Sistem asli dipakai pada portofolio futures long dan short lintas komoditas, mata uang, obligasi, serta indeks. Adaptasi untuk saham BEI tidak boleh menyalin leverage dan short selling secara mentah. Gunakan long-only, saham likuid, seed kecil, cap nominal, dan pemeriksaan IHSG serta sektor. Bersiaplah menghadapi false breakout dan rangkaian rugi. Keunggulan Turtle bukan akurasi tinggi, melainkan rugi terbatas dan winner yang dibiarkan besar.

MARKETLikuid + beragam
ENTRY20/55-day breakout
SIZEN / ATR volatility
ADDSetiap 0,5N
STOPSekitar 2N
EXIT10/20-day reversal
SYSTEM 1 • LEBIH CEPAT

Breakout 20 hari

Long entryDi atas high 20 hari
Long exitDi bawah low 10 hari
KarakterLebih banyak sinyal & whipsaw

Aturan historis memiliki filter untuk melewati breakout 20 hari bila breakout sebelumnya pada pasar tersebut dianggap winner. Breakout 55 hari menjadi fail-safe.

SYSTEM 2 • LEBIH LAMBAT

Breakout 55 hari

Long entryDi atas high 55 hari
Long exitDi bawah low 20 hari
KarakterLebih lambat, tren lebih matang

System 2 mengambil setiap breakout yang valid. Sinyalnya lebih jarang, tetapi stop berbasis volatilitas tetap diperlukan.

N = VOLATILITAS

True Range dan ATR 20

True Range adalah nilai terbesar dari: High−Low, |High−Close sebelumnya|, atau |Low−Close sebelumnya|. N historis menggunakan smoothing 20 hari yang setara keluarga perhitungan Wilder ATR.

N besarHarga lebih liar → size lebih kecil
N kecilHarga lebih tenang → size lebih besar
JANGAN SALAH BACA

1 unit bukan 1% nominal

Dalam sistem asli, satu unit dirancang agar pergerakan 1N setara sekitar 1% ekuitas. Karena stop sekitar 2N, kerugian teoritis satu unit dapat mendekati 2% sebelum slippage.

Ini jauh lebih agresif daripada aturan nominal 1 keping AnalisaSaham.com. Jangan menyamakan keduanya.

Kalkulator Unit Turtle — Adaptasi BEI

Menggabungkan batas risiko ke stop ATR dan batas nominal posisi. Hasil memakai constraint yang paling ketat.

BEI • LONG ONLY • 100 LEMBAR/LOT
Total nilai portofolio.
Contoh breakout price.
Volatilitas rata-rata 20 hari.
Aturan historis sekitar 2N.
Adaptasi konservatif per posisi.
Default satu keping nominal.
Stop priceRp900
Risk / lembarRp100
Lot dari risk budget25 lot
Lot dari cap nominal10 lot
Unit terpilih10 lot
Nilai posisiRp1.000.000
Risiko ke stopRp100.000
Risiko / ekuitas0,10%

Lot dibulatkan turun. Belum memasukkan fee, gap, ARB, suspensi, slippage, antrean, dan perubahan ATR. Stop-loss tidak menjamin harga eksekusi.

PYRAMIDING ASLI

Tambah setiap sekitar 0,5N

Turtles menambah unit ketika harga bergerak sesuai arah posisi, umumnya pada interval 0,5N, sampai batas unit tertentu. Ini anti-martingale: size bertambah karena benar.

1
Unit pertamaBreakout terkonfirmasi dan stop sudah ditentukan.
2
Harga +0,5NTambah unit bila batas exposure dan korelasi masih aman.
3
Stop ikut naikRisiko total harus dihitung ulang; jangan hanya melihat profit unit pertama.
PORTFOLIO HEAT

Korelasi tidak boleh disamarkan

Empat saham bank bukan empat taruhan independen. Ketika suku bunga, rupiah, atau sentimen sektor berubah, semuanya dapat bergerak bersamaan.

  • Batasi unit per saham dan per sektor.
  • Hitung total risiko, bukan hanya total modal.
  • Kurangi size setelah rangkaian kerugian.
  • Jangan memakai leverage untuk meniru futures.
ADAPTASI SAHAM BEI

Apa yang dipertahankan?

  • Entry breakout yang objektif.
  • ATR untuk menyesuaikan size dan stop.
  • Add hanya pada winner.
  • Exit berdasarkan struktur harga.
  • Jurnal dan evaluasi sistem.
APA YANG DIUBAH?

Jangan menyalin futures mentah-mentah

  • Gunakan long-only untuk investor ritel biasa.
  • Seed nominal 1% dan cap normal 4% sesuai sistem kita.
  • Support0 tujuh hari tetap menjadi invalidation tambahan.
  • Periksa likuiditas, ARB, suspensi, IHSG, dan sektor.
  • Hindari konsentrasi sektor yang tampak seperti diversifikasi.
REALITAS EXPECTANCY

Benar 4 dari 10 masih bisa untung

Contoh: enam trade rugi masing-masing −1R menghasilkan −6R. Tiga winner +2R dan satu winner +6R menghasilkan +12R. Total tetap +6R.

Masalahnya: trader harus bertahan melewati enam kerugian tanpa mengubah sistem di tengah jalan.

KAPAN SULIT?

Sideways dan breakout palsu

Trend following membayar “premi asuransi” berupa banyak rugi kecil. Ketika tidak ada tren panjang, whipsaw dapat berlangsung berbulan-bulan. Backtest satu bull market tidak cukup.

Uji juga krisis, sideways, perubahan tick size, biaya, dan likuiditas saham Indonesia.

Hubungkan dengan materi lain

Turtle Trading menggabungkan breakout, volatilitas, position sizing, pyramiding, dan expectancy dalam satu sistem.

Referensi

Parameter historis dijelaskan sebagai kerangka pendidikan. Detail implementasi bervariasi menurut sumber dan perubahan yang dilakukan mantan Turtles. Adaptasi BEI ditandai terpisah.

Materi dan kalkulator ini untuk edukasi, bukan rekomendasi transaksi. Hasil historis tidak menjamin kinerja masa depan. Futures, leverage, short selling, dan strategi trend following dapat menimbulkan kerugian besar.

Terapkan dengan tool terkait