KALKULATOR #07

Average Up.

Lihat konsekuensi matematika ketika menambah posisi di harga yang lebih tinggi: average price naik, exposure bertambah, dan profit cushion biasanya menyempit.

Kapan kalkulator ini dipakai?

Saat posisi Anda sudah profit dan Anda mempertimbangkan menambah lot di harga lebih tinggi. Kalkulator menunjukkan seberapa banyak average naik dan seberapa besar profit cushion yang tersisa setelah penambahan.

Contoh kasus

Punya 10 lot average Rp1.000 lalu menambah 10 lot di Rp1.300.

SEBELUMAvg Rp1.000
TAMBAH10 lot @ Rp1.300
AVG BARURp1.150
Posisi sekarang
Jumlah lot sebelum average up.
Cost basis rata-rata sebelum pembelian tambahan.
Rencana tambah posisi
Isi: harga order yang sedang dipertimbangkan.
Isi: jumlah lot baru.
Dipakai hanya untuk estimasi cash tambahan. Average price menggunakan harga saham tanpa fee.
Biasanya sama dengan harga beli tambahan jika Anda ingin melihat cushion langsung setelah entry.
Average up menaikkan cost basis

Ketika pembelian baru dilakukan di atas average lama, average baru pasti naik selama lot tambahan lebih dari nol.

new avg = (old shares × old avg + new shares × add price) ÷ total shares
Apa itu profit cushion?

Di tool ini cushion adalah jarak persentase antara harga evaluasi dan average price. Semakin kecil cushion, semakin sedikit ruang profit sebelum posisi kembali ke BEP.

Ukuran penambahan penting

Tambah sedikit lot akan menggeser average sedikit. Tambah besar akan menarik average lebih dekat ke harga entry baru. Cek juga batas exposure setelah average up.

Buka Portfolio Allocation →

Kalkulator ini hanya menunjukkan konsekuensi average price dan exposure. Ia tidak menilai apakah tren masih valid atau apakah average up layak dilakukan.