KALKULATOR #12 • CAPITAL PLANNING

Entry & Average Down Plan.

Tentukan berapa persen modal yang boleh dipakai untuk pembelian awal dan berapa yang perlu disimpan sebagai cadangan agar, jika harga turun sesuai skenario, average down dapat menurunkan floating loss ke target Anda.

Kapan kalkulator ini dipakai?

Sebelum membeli saham, ketika Anda ingin merencanakan entry awal dan satu kali average down. Tool ini menjawab ukuran entry awal—bukan menilai apakah saham tersebut layak dibeli atau layak di-average down.

Contoh kasus

Modal Rp10 juta, harga diasumsikan turun 30%, dan seluruh sisa modal digunakan agar floating loss turun menjadi 6%.

BELI AWAL20% • Rp2 juta
CADANGAN AD80% • Rp8 juta
HASILLoss 6%
Isi: batas dana maksimum untuk satu rencana posisi ini, bukan otomatis seluruh nilai portofolio Anda.
Contoh 30%: average down diasumsikan dieksekusi tepat saat harga 30% di bawah harga entry awal.
Target harus lebih kecil daripada skenario penurunan harga.
Default 0%: seluruh sisa modal dipakai untuk average down. Naikkan jika Anda ingin tetap memiliki cash setelah skenario dijalankan.
Kenapa hasilnya 20%?

Kerugian rupiah saat harga turun berasal dari posisi awal. Setelah sisa dana masuk di harga lebih rendah, kerugian yang sama dibagi oleh total modal yang sudah ditempatkan.

porsi awal dari dana terpakai = target loss ÷ penurunan harga
Target loss ≠ kebutuhan recovery

Floating loss 6% memerlukan kenaikan sekitar 6,38% untuk kembali ke BEP, karena kenaikan dihitung dari nilai yang sudah lebih rendah.

recovery = target loss ÷ (1 − target loss)
Risiko konsentrasi tetap ada

Average down memperbaiki average price, tetapi memindahkan lebih banyak modal ke saham yang sedang turun. Gunakan cash buffer dan cek total exposure portofolio sebelum menambah posisi.

Asumsi yang harus terjadi

Hasil hanya tepat jika average down dilakukan pada tingkat penurunan yang dimasukkan dan seluruh dana rencana tereksekusi. Fee broker, slippage, serta pembulatan lot belum dihitung.

Kalkulator ini hanya alat perencanaan matematika. Ia tidak menilai fundamental, likuiditas, support, momentum, kualitas manajemen, atau apakah average down layak dilakukan. Harga dapat terus turun setelah dana cadangan digunakan.

Pelajari konsep di balik tool ini